Mengalah/Mengutamakan Orang Lain Atas Diri Sendiri.
Allah ta'ala dalam surat Al Hasyr ayat 9 berfirman :
وَيُؤْثِرُونَ عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌ ۚوَمَنْ يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
" dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri. Sekalipun mereka memerlukan (apa yang mereka berikan itu). Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung."
Para Ulama' berkata : " Mengalah itu ada bermacam-macam, yaitu :mengalah dalam hal makanan, mengalah dalam hal minuman, mengalah dalam hal jiwa dan ruh dan mengalah dalam hal kehidupan."
Adapun mengalah dalam hal makanan, maka telah diriwayatkan bahwa seseorang dari sahabatnya Nabi Muhammad shollallohu alaihi wasallam telah di beri kepala kambing yg telah di masak, kemudian ia berkata :
" saudaraku si fulan dan keluarganya lebih membutuhkan makanan ini daripada kami."
Lalu makanan tsb dikirimkan kepada saudaranya, kemudian saudaranya tsb juga mengirimkan makanan itu kepada orang lainnya, dan hal itu tejadi terus menerus dari satu orang ke orang lainnya sampai tujuh rumah, hingga kembali lagi ke rumah awwal.
oleh karena itulah turun surat Al Hasyr ayat 9 tadi.
Waqila, ayat tsb turun berkenaan dengan tamunya Nabi shollallohu alaihi wasallam. Nabi mengutusnya ke tempat istri2 beliau,
istri2 beliau berkata :"kami tidak punya apa2 kecuali air saja."
Kemudian Rasululloh shollalohu alaihi wasallam berlata kpd para sahabatnya : " siapa saja yg memuliakan tamuku di malam ini maka baginya syurga"
ada salah seorang sahabat yg menjawab : "saya yg akan memuliakannya."
Lalu tamu tsb pergi kerumah orang itu, sampai dirumah ia berkata kepada istrinya : "muliakanlah tamunya Rasululloh shollallohu alaihi wasallam ini ."
Istrinya berkata : " kita tdk punya apa2 kecuali makanan utk anak2 kita."
suaminya berkata : "persiapkan makanannya, perbaiki lampunya dan tidurkan anak2 ketika mereka hendak makan malam."
Sang istri melakukan apa yg diperintahkan ia menyiapkan makanan utk tamunya Rasululloh , ia pura2 memperbaiki lampu kemudian lampu itu dimatikan.
lalu kedua suami istri itu memperlihatkan kepada tamunya seolah-olah mereka berdua sedang makan, setelah itu mereka tidur dalam keadaan kelaparan.
Pagi harinya, mereka pergi ketempatnya Rasululloh shollallohu alaihi wasallam , lalu Rasululloh berkata :
" Allah meridloi perbuatan kalian berdua " lalu turunlah surat Al Hasyr ayat 9.
Dikisahkan dari Al Hasan Al Anthoki bahwa ada sekitar 33 orang berkumpul dirumahnya di daerah Rayy, mereka ini punya beberapa roti yg terbatas dan tdk bisa utk mengenyangkan mereka semua.
roti di potong2 lalu lampu dimatikan dan mereka semua duduk utk makan. Ketika lampu di hidupkan lagi, ternyata roti masih utuh seperti sedia kala, tdk ada seorangpun yg memakannya karena saling mengalah atas dirinya sendiri.
Rasululloh shollallohu alaihi wasallam bersabda :
" barang siapa menginginkan suatu kesenangan, kemudian ia menolak kesenangan itu karena mengalah atas dirinya sendiri, maka ia diampuni."
Dikisahkan dari Abdulloh bin Umar -rodliyallohu anhuma- bahwa beliau pernah sakit, setelah sembuh beliau menginginkan makan ikan goreng.
Lalu dikirimlah ikan goreng kepadanya, ketika ikan goreng telah diletakkan di hadapannya, tiba2 didepan pintu ada pengemis yg sedang meminta-minta, maka Ibnu Umar berkata kepada pembantunya :
" berikan ikan ini kpdnya."
" anda menyukainya, mengapa tdk memakannya saja ?" tanya sang pembantu.
Ibnu Umar berkata : "karena sesunggunya Allah ta'ala berfirman :
لَنْ تَنَالُوا الْبِرَّ حَتَّى تُنْفِقُوا مِمَّا تُحِبُّونَ
" Kamu sekali-kali tidak akan mendapatkan kebaikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebahagian harta yang kamu cintai. "
(ali imran ayat 92)
Dikisahkan bahwa Ibrahim bin Adham dan Syaqiq Al Balkhi berkumpul pada suatu hari, lalu Syaqiq berkata kepada Ibrahim :
" apa yg kalian lakukan jika tdk menemukan apa2 ?"
Ibrahim menjawab : " kami jika diberi maka bersyukur dan jika tdk diberi maka bersabar."
" seperti itulah sikap anjing-anjing kami yg ada di Balkh." kata Syaqiq.
Ibrahim bin Adham berkata : "kalau kalian bagaimana ?"
Syaqiq Al Balkhi menjawab : "kami jika diberi maka kami mengutamakan orang lain dan jika kami tdk diberi maka kami bersyukur."
Ibrahim bin Adham bangun dan mencium kepalanya Syaqiq sambil berkata : "engkaulah guru kami."
Sedangkan mengalah dalam hal minuman atau air, maka dikisahkan bahwa sekelompok para sahabat yg mati syahid pada perang yarmuk, ketika mereka hampir meninggal ada yg membawakan air untuk salah seorang diantara mereka.
orang yg diberi air berisyarat : " berikan minuman kepada si fulan."
minuman dibawa menuju ke si fulan, ia pun berisyarat : " berikan minuman kepada si fulan lainnya ."
begitu seterusnya sampai mereka semua meninggal dan tdk ada yg meminum airnya karena lebih mengutamakan sahabat mereka daripda diri mereka sendiri.
Mengalah dalam hal jiwa dan ruh , maka diriwayatkan bahwa Ali -rodliyallohu anhu- tidur di atas tempat tidurnya Rasululloh shollallohu alaihi wasallam . Kemudian Allah memberi wahyu kepada malaikat Jibril dan malaikat Mikail -alaihimas salaam- :
" Aku mempersaudarakan kalian berdua dan Aku menjadikan umur salah seorang dari kalian berdua lebih panjang daripada umur yg lainnya. maka diantara kalian berdua siapakah yg mau mengalah untuk saudaranya agar hidup -lebih lama- ? "
ternyata masing2 dari Jibril dan Mikail leibih memilih mengutamakan saudaranya utk hidup.
Kemudian Allah membrikan wahyu kepada keduanya :
" Bukankah kalian berdua ini seperti Ali biN Abi Thalib yg telah Kupersaudarakan dng Nabiku Muhammad shollallohu alaihi wasallam, kemudian Ali tidur di atas tempat tidunya Muhammad utk menebusnya dengan dirinya sendiri, dan ia lebih mengutamakannya agar Muhammad hidup.
Kalian berdua turunlah kebumi dan jagalah Ali dari musuhnya Muhammad ."
Maka Jibril berada disebelah kepalanya Ali dan Mikail disebelah kakinya Ali, malaikat Jibril berkata :
"bagus , bagus sekali wahai putranya Abu Thalib dan Tuhanmu membanggakanmu dihadapan para malaikat."
Sedangkan mengalah dalam hal kehidupan, maka telah dituturkan dari Ibnu 'Atho' bahwa beliau berkata :
" ada seseorang yg mengadu domba kaum sufi kepada sebagian kholifah dan menjelek-jelekkan kaum sufi di hadapan kholifah.
Kemudian Syeh An Nuri , syeh Abu Hamzah dan segolongan kaum sufi di tangkap.
Mereka dihadapkan kepada kholifah lalu kholifah memerintahkan agar mereka di penggal.
Syeh An Nuri segera datang lebih dulu kepada algojo agar dipenggal,
algojo berkata : "belum giliranmu, mengapa engkau mendahului teman-2mu agar dibunuh ?"
An Nuri berkata : "aku suka mengutamakan teman2ku agar mereka bisa hidup lebih lama daripadaku walaupun hanya sesa'at."
Algojo dan semua orang yg hadir merasa takjub dengan jawaban itu, dan mereka memberitahukannya kepada kholifah.
Kholifah menyerahkan urusan mereka kepada Qodli.
Qodli memanggil An Nuri, lalu bertanya tentang syare'at ibadah2 fadlu dan ibadah2 sunnah dan An Nuri pun menjawabnya.
kemudian An Nuri berkata : " dan setelah semua keterangan ini, maka sesunguhnya Allah mempunyai hamba2 yg makan karena Allah, minum karena Allah, mendengar karena Allah, memakai pakaian karena Allah, muncul karena Allah dan datang karena Allah."
Ketika Qodli mendengar ucapannya An Nuri, Qodli menangis tersedu-sedu, kemudian Qodli menemui kholifah dan berkata :
" Jika mereka disebut sebagai kaum zindiq, lau siapakah kaum yg mengEsakan Allah ?"
akhirnya mereka semua di bebaskan.
Wallohu a'lam.
~Al Majaalisus Saniyyah~
0 komentar:
Post a Comment