hadist Rasulullah Saw bersabda :
“ Aku tinggalkan kepadamu dua pusaka yaitu KITAB ALLAH dan AHL BAIT NABI “ ( HR. Muslim,Tirmidzi dan Ahmad ).
Yang di maksud AHL BAIT NABI adalah Beliau sendiri dan keluarganya yang terdiri dari Syaidina Ali Bin Abi Thalib Ra,Fatimah,Hasan dan Husein.
Lalu Syaidina Ali Bin Abi Thalib Ra bersyair :
“ Zikir kepada Allah itu adalah makanan bagi jiwa, dan memuji Allah itu menjadi minuman jiwa, sedang malu kepada Allah menjadi pakaian bagi jiwa, Tidak ada lagi kelazatan yang lebih utama daripada berzikir hanya kepada Allah, dan tidak ada lagi nikmat yang lebih utama daripada berhubung dan bermesra dengan Allah.”
Syair ini hanya dapat dipahami oleh orang – orang yang ber TASSAWWUF atau orang-orang yang memahami IILMU MA’RIFATTULLAH , karena bermakna sebagai berikut :
Kalimat “ Zikir kepada Allah itu adalah makanan bagi jiwa, dan memuji Allah itu menjadi minuman jiwa “ mengisyaratkan ILMU HAKEKAT, yaitu :
ZIKIR kepada ALLAH itu adalah HAKEKAT DARI SHOLAT.
HAKEKAT MANUSIA ADALAH RUH yang dari pemahaman ini dapat MENGENAL DIRI bahwa DIRI SEBENAR-BENARNYA DIRI ADALAH JIWA ( NAFS ).
Jadi ILMU HAKEKAT itu untuk JIWA yang IBADAH UTAMANYA adalah ZIKIR KEPADA ALLAH karena duduk ilmunya di NYAWA / JIWA yang wajib untuk dibersihkan sebagaimana yang diisyaratkan dalam ASY SYAMS 8-10,yaitu :
" ....Allah mengilhamkan kepada JIWA itu jalan KEFASIKAN dan KETAQWAANNYA,sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan JIWA itu,dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.."
JIWA inilah yang akan kembali kepada ALLAH SWT dan hanya dengan kebersihan JIWA bisa didapatkan ketenangan sebagaimana yang di isyaratkan dalam surat Al FAJR 27-30 ,Yaitu :
“ Hai JIWA yang tenang,kembalilah kepada Tuhanmu dengan HATI yang PUAS lagi di RIDHOI NYA,maka masuklah kedalam Jama'ah hamba-hamba KU.."
Jadi ILMU HAKEKAT itu untuk MENCAPAI SEBENAR-BENARNYA TAQWA melalui kebersihan JIWA yang oleh karenanya dapat mencapai KETENANGAN JIWA Dan hanya dengan KETENANGAN JIWA yang di REDHOINYA seseorang dapat BERSERAH DIRI sebagaimana yang di isyaratkan dalam firman Allah swt :
“ Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah sebenar-benarnya Taqwa kepadaNYA, dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan BERSERAH DIRI “. ( Alquran Surat Ali Imran 102 )
0 komentar:
Post a Comment